Tampilkan postingan dengan label Santapan Lezat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santapan Lezat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2009

Hangat Gurih Soto Asli Kudus


Anonymous writes "



Jakarta - Kuah soto yang hangat memang paling pas untuk mengembalikan stamina yang sedang turun. Racikan soto ayam khas Kudus ini memang sedikit berbeda. Memakai campuran santan encer plus bumbu yang komplet hingga rasanya sangat gurih enak. Semburat rasa manis plus taburan tauge membuat rasanya beanr-benar segar! Yang satu ini memang bikin ketagihan!

Saat singgah di kota Kudus, tiba-tiba saja saya ingin menikmati soto Kudus di tempat asalnya. Kalau biasanya saya mencicipi soto Kudus di Jakarta, maka kali ini saya ingin membuktikan keaslian soto Kudus. Segar saya menunju ke warung soto Bu Jatmi di kawasan Jl. Wahid Hasyim No.43 Kudus.

Warung Sederhana Bu Jatmi namanya. Warung s ini hanya menyediakan menu soto kudus baik soto ayam, maupun soto kerbau dan ada juga pindang kerbau. Kudus kota kecil yang terkenal sebagai kota santri ini ternyata juga menyimpan kuliner yang pastinya sayang kalau dilewatkan. Soto khas Kudus ini selalu menggunakan daging kerbau, karena konon katanya di daerah Kudus ada kepercayaan daerah yang melarang penyembelihan sapi. Oleh karenanya disini kalau tidak soto kerbau ya soto ayam.

Toko sederhana milik Bu Jatmi ini sudah berdiri cukup lama, lokasinya yang bukan di jalan protokol tak lantas membuat warung ini sepi pengunjung. Seperti siang kemarin saat saya mampir kesana, hampir semua meja sudah terisi penuh. Bahkan angkringan khas soto Kudus sudah dikelilingi oleh pemebeli.

Untung saja saya tak perlu lama-lama menunggu. Saya duduk tepat di depan angkringan soto. Di hadapan saya tersaji banyak sekali makanan pendamping soto Kudus ini. Sebut saja sate paru goreng, sate telur puyuh, sate ati ampela, tahu tempe goreng, perkedel, sate jeroan atau gotro bahkan sampai dengan otak goreng balut tepung. Tak ketinggalan aneka keripik dan kerupuk dalam kemasan plastik.

Soto ayam disajikan dalam mangkuk porselin Cina khas soto Kudus. Kuahny panas mengepul karena baru diambil dari periuk tanaha liat yang dipanaskan terus-menerus. Kuahnya mengumbar aroma gurih wangi bawang dan kemiri. Kuning agak butek karena memakai santan encer. Sangat berbeda dengan soto Kudus di Jakarta yang berkuah bening.

Dalam satu kali hirup sangat terasa tonjokan bumbu yang royal dari racikan soto bu Jatmi ini. Apalagi ia tidak pelit menaburkan bawang goreng! Soto kerbau pun disajikan dalam mangkuk mungil dari porselin, lebih kecil dari porsi soto ayam. Kuahnya pun mengepul karena masih panas mendidih.

Harum aroma bawang putih nya sangat kuat, tak heran karena bawang putih gorengnya ditaburi sangat royal diatasnya. Warna kuahnya berwarna kuning kecoklatan cenderung butek. Mungkin karena penggunaan sedikit santan dan kecap dalam sotonya. Saat menyerutup kuah soto, ada jejak rasa manis dalam kuahnya.

Inilah yang membedakan soto Kudus dengan soto lainnya. Rasa manis dan gurih bersamaan dalam sekali santap. Saya yang memang tidak terlalu suka dengan rasa manis memilih menambahkan kucuran air jeruk nipis dan juga sambal. Hmm.. rasanya jadi tambah enak dan segar!

Soto kudus tidak menggunakan soun sebagai isinya, hanya irisn kol, tauge, nasi, daun seledri, suwiran ayam atau potongan daging kerbau yang tipis. Tak ketinggalan taburan bawang goreng dan juga bawang putih sebagai sentuhan akhir. Rasanya enak dan segar bisa mengembalikan tenaga setelah lelah seharian. Sate paru dan juga telur puyuh pun tak terlewatkan untuk menemani saya menyantap soto Kudus.

Jejak soto pun dihapus dengan segelas kesegaran es kopyor. Di warung ini memang memiliki menu es kopyor yang enak, dicampur dengan sirup merah kuno yang wangi legit! Kelapa kopyor yang manis memang tersohor di wilayah Kudus dan Jepara ini. Disudut ruangan saya melihat setumpuk jeruk Bali dengan ukuran yang sangat besar.

Saya langsung tergiur untuk membelinya, apalagi setelah diberitahu kalau jeruk Bali dari Kudus ini rasanya lebih manis dan kandungan airnya lebih banyak dibandingkan jeruk Bali yang berasal dari Madiun dan juga dari Bali sendiri. Sebuah jeruk Bali ini dihargai Rp 20.000,00 saja baik yang besar maupun yang kecil. Wah.. cukup murah juga ternyata, apalagi setelah dicoba memang tidak mengecewakan.

Untuk semangkuk soto Kudus ayam ini kita cukup merogoh kocek sebesar Rp. 6.000,00 dan unutk soto kerbau kita merogoh kocek sebesar Rp. 8.000,00 Hmm.. harga yang cukup murah terjangkau bukan? Kalau melintasi kota kretek ini jangan lupa mengisi perut di warung bu Jatmi ini!

Warung Sederhana Bu Jatmi (Soto Ayam dan Soto Kerbau)
Jl. Wahid Hasyim No.43 Kudus, Jawa Tengah
"

Senin, 13 April 2009

Bebek Kremes, Bikin Gemes



Anonymous writes "

Jakarta - Begor alias 'bebek goreng' memang sedang populer. Dari warung tenda sampai resto berwara laba juga berlomba menyajikan begor paling enak. Ada yang berbumbu khas Solo, ada yang Surabaya, Madura hingga yang bertulang lunak. Sengaja kami 'mengadu' rasa dua bebek goreng versi kremes yang ditawarkan oleh dua resto. Rasanya memang kres...kres...bikin gemes!



Awalnya bebek-bebek jantan yang baru menetas selalu mengalami nasib sial, disingkirkan (dibunuh). Karena yang diperlukan peternak hanyalah beberapa bebek jantan sebagai pejantan untuk membuat para bebek betina bertelur. Jika diternakkan tentu bakal menghabiskan pakan dan tak bisa menghasilkan telur. Maka muncullah ide dari para peternak bebek untuk sengaja memelihara bebek jantan sampai usia 3-5 bulan untuk kemudian 'dibantai' juga tetapi dengan cara elegan, disajikan sebagai bebek goreng. Tak heran jika di daerah Solo dan Surabaya banyak ditemui warung tenda yang menjual bebek goreng. Bebek jantan calon bebek goreng ini konon harganya relatif murah.

Bukan karena ingin mengingat para bebek pejantan yang mati dengan cara elegan tetapi saya belakangan memang agak 'rakus' dengan bebek goreng. Padahal dulu saya paling benci bebek, dipanggang apalagi digoreng. Sengaja saya membeli bebek goreng dan bebek bakar dengan versi 'tulang lunak', tepatnya 'tulang remuk' karena tulang bebek patah-patah dari 2 resto. Dari salah satu jaringan resto Ayam Tulang Lunak 'Hayam Wuruk' dan Ayam Presto Ny. Nita. Konon kedua resto yang spesialisasinya 'ayam tulang lunak' ini berasal dari Bali dan sudah membuka cabang di beberapa daerah. Tulang lunak dari ayam, bebek dan ikan bandeng ini diperoleh akibat proses pemasakan dengan memakai pressure cooker. Saking empuknya sampai tulang ayampun bisa dikunyah seperti kerupuk!

Bebek goreng versi kremes tak beda jauh dengan ayam kremes. Jenis sajian dengan kremes (adonan tepung beras dan bumbu yang digoreng garing dan berbutir halus) ini merupakan sajian ayam goreng yang diperkenalkan pertama kali oleh Ny.Suharti di Yogyakarta. Bebek kremes dari resto ATL, disajikan dalam 1/4 bagian, tidak terlalu besar, warnanya kecokelatan agak kuning. Bebek dicelup dulu dengan adonan tepung beras hingga renyah serta ditaburi kremesan di atasnya. Sambalnya merah menyala plus lalapan timun. Saat disobek dagingnya lembut, mudah terlepas dari tulang. Rasanya memang kres, renyah dengan jejak rasa bawang dan jahe yang cukup kuat sehingga tak terlacak lagi aroma anyir bebek. Sambalnya pedas menggigit dengan sumburat rasa sedikit manis. Rasa gurih daging bebek sangat dominant dan serasi dengan cocolan sambalnya yang menggigit. Potongan bebek goreng Ny. Nita, sedikit lebih besar, warnanya agak kecokelatan dan taburan kremesnya juga agak kecokelatan. Sebagai pelengkap, sambal goreng yang berwarna merah gelap cenderung kehitaman dengan luberan minyak merah menyala, menggoda selera. Daging bebek juga mudah dilepas meskipun sedikit keras, rasanya dominant gurih dengan jejak bawang putih yang sangat lamat. Sambal yang kehitaman ternyata rasanya mengejutkan. Rasa asamnya kuat dan setelah beberapa saat dimulut barulah terasa efek 'gigitan'nya yang puedess!!!

Sajian bebek bakar kedua resto ini agak berbeda. Bebek bakar pedas manis versi resto Ny.Nita, tampil dengan warna cokelat gelap, dan kuyup dengan bumbu. Ternyata daging bebekpun cokelat gelap, dengan rasa manis kecap manis yang kuat plus semburat 'gigitan' sambal cabai yang khas. Sedangkan bebek bakar ATL, warnanya cokelat tua dengan remahan karamel dari bumbu kecapnya. Dagingnya empuk dengan rasa kecap manis dan bawang putih yang seimbang. Seperti yang telah dijelaskan oleh sang penjual, meskipun sudah dimasak dengan pressure cooker tulang bebek tak akan seempuk tulang ayam. Dibandingkan dengan begor Ny.Nita, begor ATL tulangnya lebih 'empuk' mudah terlepas. Setelah disantap dengan nasi hangat plus lalapan, kedua begor dan bebek bakar tersebut punya keunggulan sendiri. Untuk harga juga tak jauh beda, begor kremes Ny.Nita sepotong dihargai Rp. 12.000,00, sedangkan ATL Rp. 14.000,00 (untuk dada) dan Rp. 12.500,00 (untuk paha). Sepotong bebek bakar Ny.Nita dijual Rp. 12.500,00 dan ATL Rp. 14.500,00 (untuk dada) dan Rp. 13.000,00 (untuk paha). Hmm...kalau Anda ingin merasakan gurihnya daging bebek silakan mampir ke dua resto yang sudah menebar cabang di seluruh wilayah Jakarta dan Indonesia. Dijamin Kres...kres... dan nyam..nyam!!!

Ayam Presto Ny.Nita
Ayam Tulang Lunak 'Hayam Wuruk'
Semua cabang di Jakarta dan Indonesia (ely/Odi)

Jenis dan Manfaat Lalapan

Anonymous writes "MASYARAKAT Sunda senang sekali lalap-lalapan. Banyak jenis sayur
disantap mentah dengan teman sambal. Berikut beberapa jenis lalapan yang sering dikonsumsi, lengkap dengan kandungan gizi dan manfaat lain yang bisa didapat.

1. Kemangi

Daunnya kecil-kecil dengan bau harum sangat khas. Sering dijadikan
sebagai bahan lalapan. Pada masyarakat Manado dan Makassar, daun kemangi
dijadikan sebagai salah satu bumbu untuk menambah kelezatan olahan ikan.

Kemangi kaya akan kandungan minyak asiri, protein, kalsium, fosfor,
besi, dan belerang. Dalam ilmu pengobatan tradisional disebutkan,
keharuman kemangi bisa menghilangkan bau badan. Selain itu juga memiliki
efek menenangkan serta mengeluarkan gas dari dalam perut. Karena itu,
baik dikonsumsi saat susah tidur.

Daun kemangi juga bisa mengurangi diare dan muntah. Membantu
menyembuhkan sariawan dan menghilangkan bau napas atau mulut.

2. Labu Siam

Labu siam sering kali diolah dengan santan. Juga dijadikan campuran
saat memasak sayur asam. Jika ingin dijadikan lalapan, biasanya direbus
atau dikukus sejenak. Kaya kandungan air, protein, lemak, kalsium,
fosfor, dan besi.

Labu siam bisa membantu proses penyembuhan gusi berdarah. Caranya,
parut labu siam secukupnya, beri dua sendok air matang dan satu sendok
madu. Minum tiga kali sehari. Untuk menyembuhkan sariawan, makan sebagai
lauk setelah dikukus atau direbus. Jika suka bisa dimakan mentah.

Getah labu siam baik digunakan untuk menghilangkan garis hitam di
tumit.
Dioleskan di tempat tersebut, biarkan hingga kering setelah itu cuci
tumit hingga bersih.

3. Mentimun

Mentimun memiliki kandungan air sampai 90 persen, sehingga efeknya
dapat membantu menyiram bakteri di sepanjang usus dan dinding kandung
kemih. Sifat diuretik juga membantu meringankan retensi air. Kandungan
airnya mampu membantu menghilangkan toksin dan asam urat melalui ginjal.
Karena itu, mentimun sangat baik dikonsumsi penderita encok.

Mentimun juga berfungsi sebagai makanan pelangsing yang sempurna,
karena memberi efek mengenyangkan. Selain itu, mentimun kaya kalori,
vitamin A, B1, B2, C, kalsium, kalium, mangan dan sulfur.

Campuran air dan jus mentimun dapat menurunkan demam dan mendinginkan
kulit. Selain itu, baik dikonsumsi oleh penderita darah tinggi. Dengan
begitu banyak manfaat, tidak rugi menjadikan mentimun sebagai salah satu
jenis lalapan. Bisa dimakan mentah atau direbus dulu sebentar hingga
kandungan airnya bertambah banyak.

Jika ingin mengonsumsi mentah, sebaiknya di dua bagian ujung timun
dipotong terlebih dahulu, kemudian gosok memutar hingga getah keluar.
Dengan demikian saat disantap tidak lagi pahit.

Jangan buang biji mentimun. Sebaiknya dikonsumsi seluruhnya, karena di
bagian biji mengandung alkaloid yang bisa membantu menyembuhkan penyakit
cacingan, terutama pada anak.

4. Kubis atau kol

Secara garis besar ada dua macam jenis kubis, yaitu merah dan hijau
keputihan. Biasa digunakan untuk lalap dan campuran sup ayam. Banyak
mengandung vitamin C, kalium dan asam folat.

Kandungan kaliumnya membantu mengatur keseimbangan air dalam tubuh.
Banyak yang tidak menyukai bau kubis mentah. Tapi jika tahan mengonsumsi
mentah atau dibuat jus, sangat baik untuk membantu mengobati nyeri
tenggorokan dan sariawan. Tapi sebaiknya dikonsumsi tidak berlebih,
karena bisa menimbulkan gas dalam perut.

5. Selada

Diduga berasal dari Asia Barat, kemudian menyebar ke seluruh dunia.
Jepang, Thailand, Taiwan, Amerika Serikat dan Belanda merupakan negara
yang memberi perhatian lebih pada budi daya selada.
Biasa dimakan mentah dan dibuat salad. Jenis sayuran ini bisa membantu
mengurangi risiko kanker, katarak, stroke, meringankan insomnia dan
mengurangi gangguan anemia.